Penjaga Keselarasan, Pembatas Keadilan dan Pembongkar Kezaliman

Atasi Pengangguran, One Way Shop (OWS) Berdayakan UMKM

Rabu, 10 November 2021

foto : by Exposeupdate.com

JEMBER, Exposeupdate.com – Kamis, (11/11/2021). Sektor usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) menjadi salah satu pilar kekuatan dalam dunia usaha yang mampu bertahan ditengah iklim usaha yang tidak menentu.

Dominasi pelaku usaha home industri ini justru mampu mendorong pertumbuhan ekonomi nasional, dan eksistensinya mampu menekan angka pengangguran.

Selaras dengan kebutuhan percepatan pemasaran hasil karya pelaku UMKM, pihak One Way Shop (OWS) hadir memberikan solusi untuk pengembangan menajemen produksi dan pemasaran.

Dibidang pemasaran (OWS) menyediakan etalase yang diberi label warung kuning.

Grand opening dilakukan diwarung kuning milik Farida alamat Dusun Krajan Desa Bangsalsari Kecamatan Bangsalsari Kabupaten Jember. Rabu (10/11).

Grand opening ditandai pengguntingan pita dan pemotongan tumpeng oleh H Karimullah Dahrujiadi yang juga anggota DPRD Propinsi Jawa Timur.

“Warung kuning ini akan menjadi pilot project di Kabupaten Jember. Ada sekitar 100 warung kuning yang akan tersebar di 31 Kecamatan” terangnya
Kehadiran (OWS) ini mendapat apresiasi dari H Nur Kholis Kepala Desa Bangsalsari.

Menurutnya,Warung kuning bisa menjadi sarana kemitraan untuk pengembangan Badan Usaha Milik Desa (BUMdes) di desanya yang saat sedang banyak melakukan kreasi dan inovasi.

Dia berharap warung kuning ini tidak hanya formalitas tetapi akan ditindaklanjuti dengan aktivitas nyata.

Lebih dalam Kades yang baru dua tahun menjabat itu barharap,Warung kuning dapat menjalin kolaborasi untuk akselerasi dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi di desanya.

“Sehingga beberapa produk unggulan yang di Desa Bangsalsari terbantu dalam pemasaŕannya” tutur Nur Kholis yang juga ketua asosiasi Kepala Desa itu.

Ada bebagai jenis hasta karya anggota Bumdes, antara lain batik tulis, ikat pinggang dan dompet yang terbuat dari kulit hewan binatang.

Sedangkan Sembilan bahan pokok (Sembako) milik Bumdes saat mampu melayani kebutuhan pondok pesantren (Ponpes) yang ada di Desanya.

Sementara Tino Cahyono koordinator program (OWS) itu menjelaskan, ditengah persaingan global ini pihak akan berusaha menjawab tantangan pasar dengan sentuhan manejemen yang akan diterapkan kepada para pelaku UMKM.

Ke depan kata pria asal Jakarta itu, pihaknya akan melakukan pelatihan-pelatihan dalam meningkatkan pengetahuan tentang berbagai aspek pengembangan dalam dunia usaha.

“Untuk menjawab tantangan bisnis maka skiil para pelaku UMKM harus ditingkatkan melalui pembekalan menejemen produksi dan pemasaran” ungkap Tino Cahyono. (sm)

Baca Juga

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!
ExposUpdate