Penjaga Keselarasan, Pembatas Keadilan dan Pembongkar Kezaliman

Pembangunan Drainase Di jalan Brigjen Katamso Jember Dikeluhkan Warga

Jumat, 15 Oktober 2021
foto : by Redaksi Exposeupdate.com

JEMBER, Exposeupdate.com Jum’at (15/10/2021). Pembangunan drainase di sepanjang jalan Brigjen Katamso Kelurahan Wirolegi, Sumbersari, Kabupaten Jember tersendat-sendat. Tidak segera terselesaikannya penggarapan proyek saluran air itu karena suplai material berupa batu dan pasir sering mengalami keterlambatan.

Sehingga warga sekitar mengeluhkan penggarapan proyek sepanjang 600 meter itu. Seperti diakui oleh Anis pekerja yang sudah hampir 3 Minggu mengerjakan proyek itu.

“Saya sudah 3 Minggu kerja di sini tapi materialnya sering terlambat hingga kadang anggota tukang saya nganggur bahkan kembali pulang”  kata Anis yang mengaku sebagai koordinator pekerja itu.

Menurutnya, paket pekerjaan itu didapat dari Fatah dengan sistim borongan. Atas seringnya keterlambatan suplai material itu membuat dia salah prediksi.

Semestinya pekerjaan selokan sepanjang 300 meter itu bisa diselesaikan dalam tempo waktu 2 Mingguan. Namun sampai 3 Minggu terakhir belum kelar juga. Dan 300 meter lajur selanjutnya diborongkan ke orang lain.

Atas terlambatnya penyelesaian proyek itu membuat warga yang tinggal di sepanjang pinggir jalan itu menjadi mengeluh dan resah. Keresahan itu karena warga yang memiliki kendaraan tidak dapat memarkir di garasi rumahnya.

“Ini mobilnya Pak Sigit sudah 3 Minggu parkir dipinggir jalan” sergah Sutejo warga sekitar.

Selain itu, di sisi selokan di depan Sutejo terdapat sebuah pohon kayu dengan akar yang menggantung di bibir selokan. Kondisi tersebut dapat membahayakan keselamatan para pengguna jalan yang melintas dari Jember ke Banyuwangi dan arus sebaliknya.

“Saya khawatir saat musim hujan pohon ini roboh mengenai pengguna jalan” sahut salah satu warga.

Sementara Fatah, saat dikonfirmasi mengaku sebagai subkontraktor dari PT. Veva. Dan ia mengelak jika dalam pengerjaan proyek itu sering terjadi keterlambatan material.

Dan terkait dengan keberadaan pohon yang berada di bibir selokan dengan kekuatan akar seadanya menjadi tanggung jawab PU Bina Marga.

“Saya hanya bertanggung jawab atas pekerjaan sesuai kontrak. Untuk pemotongan kayu jadi wewenang PU Bina Marga” kata Fatah saat dikonfirmasi via telephone. (SM)

Baca Juga

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!
ExposUpdate