Penjaga Keselarasan, Pembatas Keadilan dan Pembongkar Kezaliman

Alam dan Membaca Ulang Ekonomi Islam

Minggu, 30 Mei 2021

foto : finansialku.com

JAKARTA, Exposeupdate.com – Minggu, (30/5/2021). Pandemi Covid-19 yang telah berlangsung berbulan-bulan ini telah mempengaruhi berbagai dimensi dalam kehidupan kita. Ada berbagai dampak yang mempengaruhi berbagai aspek, termasuk aspek ekonomi. Dan pertanyaannya ialah bagaimana ekonomi Islam menjawab tantangan yang datang, sesuai dengan judul essai “Alam dan Membaca Ulang Ekonomi Islam”. Buku Islam Kosmopolit karya Umar Sulaiman dan buku Desakralisasi : Pemikiran Landasan Islami dapat menjadi rujukan bacaan terkait wacana ekonomi Islam.

Ekonomi Islam bila dilihat dari tujuannya ialah untuk membangun ekonomi berdasarkan syariat Al-Qur’an dan Islam. Sesuai Wahyu baik ayat Qauliyah (Verbal) dan Kauniyah (Empiris) yang tergelar dalam alam dan sejarah. Muara dari ekonomi Islam adalah kesejahteraan masyarakat dan kestabilan ekonomi di segala lini. Salah satu pilar yang bisa menguatkan umat adalah ketercapaian ekonomi dan jua aspek kestabilan ekonomi umat.

Salah satu hal yang menjadi pembeda antara ekonomi Islam dan pandangan paradigma ekonomi lainnya ialah bahwa ekonomi Islam tidak hanya memandang manusia sekedar makhluk ekonomi. Berbeda dengan ekonomi kapitalisme dan lain-lain yang cenderung materialistis dan sekedar memandang manusia sebagai makhluk ekonomi (homo economicus). Implikasi logis dari sistem-sistem ekonomi yang tidak berbasis moral akan membawa manusia bertindak untuk memperbudak manusia lain, kekayaan alam, bahkan hal-hal yang sebenarnya sakral juga akan dieksploitasi untuk memenuhi kebutuhan/kepentingannya sendiri.
Itulah sebabnya ekonomi Islam tidak hanya ingin mewujudkan atau memandang kesejahteraan umatnya sekedar pada aspek material saja tetapi juga aspek -aspek yang lain, seperti budi pekerti umat dalam mencari nafkah.

Dr. Ahmad Muflih Saefuddin menjelaskan paling tidak ada tiga komponen yang menyusun eksistensi suatu sistem ekonomi yakni filsafat ekonomi, nilai-nilai dasar dan nilai instrumental Ekonomi. Menghadapi berbagai sistem ekonomi di dunia ini kita hendaknya kembali kepada konsep triangle filsafat yakni Tuhan, manusia dan alam yang saling menguatkan eksistensinya masing-masing. Tuhan menjadi orbit/ puncak pengembangan sistem ekonomi.

Inilah yang menjadi pembeda antara Ekonomi Islam dengan Ekonomi kapitalisme yang cenderung terlampau antroposentris dan terlampau mengkultuskan manusia, impasnya kini ialah pengrusakan alam. Ekonomi Islam tidak melulu mengkaji terkait membangun perbankan syariah, tetapi juga perhatian pada alam. Tidak hanya itu, kajian Ekonomi Islam juga membahas terkait bagaiman manusia dalam memberdayakan alam. Demi menjaga harmoni kosmis. (Wil)

Jurnalis : Muhammad Wildan Habibillah

Baca Juga

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ExposUpdate