Penjaga Keselarasan, Pembatas Keadilan dan Pembongkar Kezaliman

Kapolres Morowali Unjuk Gigi, Kades Korupsi ADD Langsung Ditahan

Minggu, 15 Agustus 2021

foto : TSK Syachrudin Kepala Desa Tandaoleo Kecamatan Bungku Pesisir

MOROWALI, Exposeupdate.com – Minggu, (15/8/2021). Baru hitungan hari AKBP Ardi Rahananto dilantik sebagai Kapolres Morowali, langsung “tancap gas” memulai tugasnya dengan melakukan atensi pada kasus-kasus korupsi.

Kali ini Syahrudin Kepala Desa Tandaoleo Kecamatan Bungku menjadi orang pertama kali yang harus mempertanggungjawabkan perbuataannya atas kasus korupsi Anggaran Dana Desa (ADD) yang ia lakukan.

Setelah dilakukan penyidikan awal Syachrudin dinilai memenuhi unsur merugikan keuangan dana desa dan langsung dijebloskan keruang sel tahanan.

“Kami Penahanan dilakukan untuk mempermudah penyidikan dan agar tersangka tidak menghilangkan barang bukti”

“Benar, atas perintah Kapolres, tersangka dilakukan penahanan agar lebih mudah mengumpulkan keterangan dan bukti-bukti,” Tandas AKBP Ardi Rahananto yang dikonfirmasi melalui Humas Polres Humas Polres AKP Purwa Subakti, via telpone.

Dari hasil keterangan yang dilakukan oleh penyidik, tersangka Syachrudin dianggap dengan sengaja menggunakan Anggaran Dana Desa untuk kepentingan pribadi.

Seperti diketahui Anggaran Dana Desa itu seharusnya diperuntukkan untuk pembangunan dan pelayanan Desa sesuai dengan peraturan Desa atau Perdes yang telah ditentukan sebelumnya.

Maka sangat ironis jika seorang Kepala Desa yang seharusnya mengupayakan kesejahteraan warganya justru mengambil keuntungan pribadi.

Maka dari itu tidak berlebihan jika Kapolres sangat atensi terhadap kasus-kasus korupsi terlebih penggunaan Dana Desa juga menjadi atensi Kapolri itu.

Yang lebih mencengangkan, nilai kerugian sementara atas korupsi yang dilakukan oleh Kepala Desa Tandaoleo ini mencapai 900 juta lebih.

Sesuai dengan hasil penghitungan kerugian Keuangan Negara Inspektorat Kabupaten Morowali Nomor: 708/50/RHS/ITDAKAB/2021, tanggal 30 Juli 2021 Sebesar Rp 967.235.497,00 ( Sembilan Ratus Enam Puluh Juta Dua Ratus Tiga Puluh Lima Ribu Empat Ratus Sembilan Puluh Tujuh Rupiah ).

“Sampai saat ini penyidik terus melakukan pengembangan penyidikan ,dan bisa jadi nilai kerugiannya bertambah. Begitu juga bisa ada tersangka lain yang terlibat” Terang Mantan penyidik KPK itu yang dikonfirmasi melalui humas Polres AKP Purwo Subekti. (Sul)

Baca Juga

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ExposUpdate