Penjaga Keselarasan, Pembatas Keadilan dan Pembongkar Kezaliman

Polres Jember Buka Saluran Pengaduan Khusus Tindak Kejahatan Bansos Covid-19

Kamis, 12 Agustus 2021

JEMBER, Exposeupdate.com – Kamis, (12/8/2021). Jangan pernah main-main dengan penyaluran Bansos Covid-19 kalau tidak ingin berurusan dengan hukum bahkan bisa masuk bui.

Kini masyarakat dengan leluasa bisa menyampaikan keluhan pengaduan dan pelaporan seiring dengan dibukanya akses secara terbuka melalui telepon dan Whatsapp: 081259040621.

Selain itu pelaporan dapat juga dikirim ke e-mail: pengaduankorupsi.res.jember@gmail.com, serta akun media sosial Facebook @Tipikor Polres Jember. Dalam keterangannya Kasat Reskrim Polres Jember, AKP Komang Yogi Arya Wiraguna menjelaskan, untuk memperkuat upaya menindak tegas pelanggaran hukum penyaluran Bansos Covid-19 diperlukan keterlibatan semua pihak yang berkomitmen memberian informasi. Ada beberapa bentuk modus penyimpangan Bansos. Misalnya, pada bantuan berupa uang tunai dengan cara memotong hak penerima bantuan dengan berbagai alasan, untuk administrasi, transport, uang lelah dan dalih-dalih lainnnya
Menurutnya, bansos berupa barang juga rawan disalahgunakan. Penyimpangan itu bisa terjadi saat pengadaan barang oleh instansi pemerintah dengan cara mengurangi kualitas dan pengurangan volume. “Bansos disalurkan tidak sesuai dengan datanya, besaran nominal dikurangi, wujud barang dikurangi kualitas dari semestinya. Maka dari itu sebelum dikirim akan kami cek jangan sampai barang rusak,” tandas Komang.

Seperti diketahui sangat banyak jenis bantuan yang digelontorkan dan bersumber dari berbagai jenis anggaran. Baik dari Pemerintah Daerah, Propinsi hingga dari Pemerintah Pusat dalam membantu masyarakat terdampak pandemi Covid-19.

Seperti pemerintah Kabupaten Jember pada tahun 2021 yang disahkan pada media April tahun lalu. Alokasi untuk bansos Covid dipatok sebesar Rp.28,1 milyar, lalu dinaikkan menjadi 83 milyar seiring dengan dilakukannya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat mulai bulan Juli 2021.

Ditambah pula anggaran refocusing sebesar 160 milyar. Anggaran tersebut berasal dari 8 persen Dana Alokasi Umum (DAU) dan cukai tembakau. Secara spesifik digunakan untuk penanganan Covid-19, vaksinasi, support untuk desa, jnsentif kepada tenaga kesehatan dan belanja kesehatan serta kegiatan prioritas.

Serta terdapat jenis bantuan lain berupa Belanja Tidak Terduga (BTT) sebesar 21 milyar. Penyaluran BTT ini lebih bersifat spesifik untuk dana kebencanaan secara darurat. Semisal untuk penanganan pandemi Covid-19.
“Kami sangat harapkan peran serta dari masyarakat karena penyaluran bansos sangat rawan penyimpangan. Antisipasi supaya tidak terjadi pelanggaran, sehingga bansos tersalurkan tepat sasaran untuk masyarakat yang mendapatkan,” urai AKP Komang. (sul)

Baca Juga

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ExposUpdate