Penjaga Keselarasan, Pembatas Keadilan dan Pembongkar Kezaliman

5 Orang CTKI lompat dari penampungan PT. Citra Karya Sejati

Jumat, 11 Juni 2021

foto : Tempat Penampungan CTKI

MALANG, Exposeupdate.com – Jum’at, (11/6/2021). Rabu tanggal 9 Juni 2021 sekitar pukul 19.00 Wib, 5 CTKI kabur dari penampungan PT. Citra Karya Sejati yang beralamat di Jl. Raya Rajasa No. 189 Kelurahan Bumiayu Kecamatan Kedungkandang Kota Malang, dengan cara melompat dari lantai 2 gedung penampungan, akibatnya 3 orang CTKI mengalami luka dan yang 2 melarikan diri.

foto : CTKI yang ditampung di PT. Citra Karya Sejati, Malang

Adapun ketiga CTKI tersebut yang semuanya berasal dari NTB adalah,

1. Fauziah, perempuan, enjak 11-03-1997, alamat : Ds. Labulia Kec. Jonggat Kab. Lombok Tengah Prov. NTB.

2. Minati, perempuan, kropok 31-12-1988, alamat : Dsn. Labawa Rt. 01 Rw. 06 Ds. Jayamakmur Kec. Lapanggah Kab. Sumbawa Prov. NTB.

3. Baiq Indriani, perempuan, Otak Pancor Utara 04-05-1997, alamat ; Otak Pancor Utara Ds. Lendang Nangka Utara Kec. Masbagik Kab. Lombok Timur Pov. NTB.
2 CTKI yang kabur belum teridentifikasi datanya.

Dari keterangan saksi yang diperoleh Media di TKP, adalah, Faishal Fahmi, seorang pelajar yang berdomisli di Kel. Bumiayu, Kec. Kedung Kandang, Malang dan Rosniani, salah satu penghuni penampungan, bahkan saksi Faishal sempat menolong korban yang terluka.

Alasan CTKI tersebut mengambil keputusan kabur dengan cara melompat dari gedung, karena tidak tahan terhadap siksaan yang kerap mereka terima, terlebih setelah salah satu rekan mereka meninggal di penampungan, bahkan HP mereka disita.

Saat ini korban yang terluka telah mendapat pertolongan di RSUD Kota Malang.

foto : Korban yang menjalani perawatan di RSUD Kota Malang

Kasus ini tengah ditangani oleh Polresta Malang.

Sampai berita ini tayang, pihak PT. Citra Karya Sejati belum berhasil dihubungi.

Menurut Kabagop Polresta Malang, pihak penampungan, dalam hal ini Imelda Idrawati Kesuma, selaku pimpinan cabang akan memberikan keterangan di Polresta Malang.

Sementara para korban sampai saat ini belum dapat dimintai keterangan karena masih shock. (Ancha)

Baca Juga

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ExposUpdate