Penjaga Keselarasan, Pembatas Keadilan dan Pembongkar Kezaliman

Kenapa Masyarakat Bertanya Negara Republik Indonesia Masih Marak Terjadi Korupsi

Jumat, 4 Maret 2022
foto Gedung KPK (Red)

JAKARTA, Exposeupdate.com – Jum’at, (04/03/2022). Korupsi Indonesia masih saja selalu terjadi. Sudah 20 tahun adanya kehadiran terbentuknya Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), tetap saja semakin marak terjaring oleh senjata pamungkas yang baru KPK yaitu Tangkap Tangan (TT).

Mudahnya untuk korupsi para Gubernur, Walikota, Bupati, Pejabat dan Kades, untuk melakukan Korupsi dengan cara mengambil Uang Rakyat yang sudah tersedia lewat APBD/APBN tiap tahunnya lewat lelang tender terbuka.

Tender terbuka ini hanya semata-mata seremonial saja, akal-akalan saja supaya jelas terliat benar melakukan tender terbuka dan transparansi, padahal dibalik semuanya tender lelang proyek pemerintah sudah disiapkan ada pemenangnya.

Relawan Jokowi (JOMAN), dukung langkah-langkah positif kinerja Kejaksaan Agung, menerapkan hukuman mati terhadap Presiden Komisaris PT. Tirta Alam, langkah awal memberikan peluang untuk menerapkan terhadap Koruptor lainnya. Genderang penegakan hukuman mati di mulai tahun 2021/Nopember dari pertama pimpinan tertinggi lingkup Kejagung ST BURHANUDDIN, perlu diapresiasi dengan dengan dukungan semua elemen masyarakat. Diterapkannya hukuman mati, menunjukkan prestasi yang sangat luar biasa di bidang penanganan korupsi.

Salah Satu PNS di Kementerian yang dirahasiakan namanya mengatakan, “enak deh jadi pejabat, mudah cari uang tiap tahun karena sudah disiapkan anggarannya, tinggal bagaimana cara tugas bagian administrasi yang mengaturnya, diarahkan kemana kegiatan tersebut, tentu sesuai arahan pimpinannya, untuk tindakan pencegahan, minimal jabatan bagian adminitrasi 1 tahun yang setingkat eselon 3 dan 4,” ungkapnya, (1/3/2022).

“Tidak seperti Negara kita NKRI, semakin maraknya OTT KPK di awal tahun 2022 Bulan Januari – Februari, bahkan Ketua KPK FIRLI BAHURI sudah beram dengan memberikan WARNING pada setiap Gubernur, Walikota, Bupati dan Pejabat menjelang pilpres 14 Februari tahun 2024,” ungkapnya.

Salah satu seorang penegak Hukum dari Kejaksaan Agung yang tidak mau disebutkan namanya, “Lelang Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah (LPSE) adalah SARANGNYA KORUPSI karena sudah menjadi lingkaran setan,” ungkapnya.

Untuk dapat membuat efek jera para pelaku korupsi, mendukung arahan Ketua Mahkamah Agung, diterapkan “HUKUMAN MATI” karena vonis bagi Koruptor masih ringan dan tidak membuat efek jera. Bahkan setelah selesai menjalankan hukuman dan keluar dari tahanan, masih juga diberikan kesempatan bergabung kembali ke Partai Politik, terkesan Partai Politik masih memelihara para Koruptor untuk diberikan kesempatan ruang kembali untuk berbuat dosa.

Bagi Negara yang tidak bertuhan saja, sudah menerapkan. Seperti Negara CHINA, sudah menerapkan HUKUMAN MATI, tapi masih saja ada terjadi korupsi, tapi minimal sudah berkurang (1 Maret 2022).

Kenapa masih saja melakukan korupsi, kenapa masih terjadi korupsi, pantauan dari media koranperangikorupsi/KPK News com yaitu: 1. tidak memfokuskan dalam program langkah pencegahan korupsi di lingkup kerja sendiri sebagaiman arahan KPK memusat tindakan pencegahan, 2. Proses pelayanan publik di tempat daerah kerjanya tidak berjalan terbuka dan transparansi, apalagi keterkaitan bidang urusan perizinan, 3. Biaya Politik sangat tinggi (Cost Politic), sehingga bagi calon penyelenggara negara seperti Gubernur, Walikota, Bupati, Pejabat, bahkan Kepala Desa seperti pernah terjadi di Kabupaten Probolinggo Jawa Timur. Adanya biaya politik cukup tinggi sehingga ada hitung-hitungan berupaya mengembalikan modal, dengan cara mencari keuntungan selama berkuasa, 4. Sudah adanya Anggaran yang disimpan dan disiapkan untuk setiap kegiatan pekerjaan.

Satu-satunya jalan terapkan hukuman mati dulu, lihat kedepannya seperti apa, apakah punya dampak positif dalam pencegahan korupsi, minimal yang KORUPSI berkurang.

(Jakarta, 4 Maret 2022, Rumian)

Baca Juga

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!
ExposUpdate