Tambak Mencemari Lingkungan. Warga Wadul Dewan - Expose Update
Penjaga keselarasan Pembatas keadilan Pembongkar kezaliman

Tambak Mencemari Lingkungan. Warga Wadul Dewan

Kamis, 3 Juni 2021

foto : Petugas dari dinas terkait melakukan pendataan saat sidak

JEMBER, Exposeupdate.com – Kamis, (3/6/2021).Tambak udang yang berlokasi di desa Kepanjen Kecamatan Gumukmus Kabupaten Jember,dalam kegiatan dianggap mencemari lingkungan khususnya lahan petani sekitar. Untuk itu warga mengadukan ke DPRD Jember. Merespon pengaduan warga,komisi A,komisi B dan Komisi C turun ke lokasi (3/6/2021). Setyo perwakilan warga dihadapan dewan menjelaskan. Keberadaan tambak yang dikelola oleh PT Marina itu sangat menggangu masyarakat. Selain bau tak sedap karena tidak dilengkapi Instalasi Pengeloaan Air Limbah (IPAL) juga mengganggu nelayan. Akibatnya hasil tangkapan ikan nelayan tidak maksimal karena ikan banyak mati dan merusak populasi ikan. Selain itu tambak yang berada diposisi tanah Sempadan Pantai itu menyalahi aturan karena wilayah Sempadan Pantai menjadi ranah publik yg harus dilestarikan. “Seharusnya keberadaan tambak ini harus berada pada posisi 100 meter dari ombak tertinggi terahir. Sedangkan ini cuma 70 meter dari laut.”tandas Setyo.

foto : Sidak dari anggota DPRD Kab. Jember

Menanggapi aspirasi warga tersebut,Siswono dari komisi B mempertanyakan kepada perwakilan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Jember yang turut hadir dilokasi tentang legalitas Hak Guna Usaha (HGU) yang diberikan ke PT Marina yang sudah berdiri sekitar 4 Tahun Silam itu
Manakala ditemukan bukti kesalahan prosedur dan cacat administrasi dalam menerbitkan HGU tambak tersebut,Ia minta untuk direvisi.
Sementara Saiful Mahmud Kepala Desa Kepanjen saat dikonfirmasi menjelaskan,terkait dengan proses perizinan tambak dimaksud mengaku tidak tau menahu mengingat perizinannya diduga dilakukan oleh kepala desa sebelum ia menjabat. “Sebelum saya menjabat sebagai kepala desa Kepanjen,tambak ini sudah ada.” Jelasnya.

foto : Lokasi tambak yang disidak

Dari hasil sidak tersebut terungkap bahwa pengelola tambak disepanjang tanah sempadan pantai berjumlah 18 pengelola,terdiri PT dan CV. “Dari 18 tambak yang ada hanya 2 pengelola tambak yang mengajukan izin budidaya. Selebihnya tidak pernah mengajukan izin budidaya ke Dinas Perikanan Kabupaten Jember.” Tandas Imam perwakilan dari Dinas Perikanan

Ditempat yang sama Wahyudi,Kasi Pengendalian masalah dan sengketa BPN Jember berjanji akan melakukan pengecekan ulang terhadap kebenaran penerbitan HGU yang belakangan banyak menuai protes dari warga, sampai dengan berita ini ditayangkan, masih berlangsung sidak dari pihak yang berwenang. (Sullam).

Baca Juga

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

ExposUpdate