Penjaga Keselarasan, Pembatas Keadilan dan Pembongkar Kezaliman

DITRESKRIMSUS POLDA METRO JAYA BERHASIL UNGKAP KASUS PENIPUAN OLEH DRIVER OJOL

Rabu, 24 November 2021
foto: Konferensi Pers Polda Metro Jaya, Pengungkapan Kasus Penipuan Melalui Media Elektronik oleh Driver Ojol

JAKARTA, Exposeupdate.com – Rabu, (24/11/2021). Kasubbit IV Tindak Pidana (Tipid) Siber KPL ROPAN RICHARD S.I.K. berhasil ungkap kasus penipuan melalui media elektronik.

Konferensi Pers terkait tindak pidana siber yang dipimpin oleh Kabidhumas Polda Metro Jaya KBP E. ZULPAN, S.I.K., M.Si. pada hari Rabu, 24 November 2021 pukul 12.30 WIB. Bertempat di depan lobi Bidhumas Polda Metro Jaya, dengan didampingi Dir Reskrimsus KBP AULIANSYAH LUBIS S.I.K dan AKBP EDY S SITEPU , S.I.K selaku Wadir Ditreskrimsus.

foto: Konferensi Pers Polda Metro Jaya dipimpin Kabidhumas Polda Metro Jaya KBP E. ZULPAN, S.I.K., M.Si.

Pengungkapan tindak pidana penipuan melalui media elektronik dan atau penggelapan, dilakukan oleh driver ojek online RIDWAN FADILAH dan HARI SETIAWAN. Dari pengungkapan kasus tersebut, berhasil diperoleh barang bukti yg dpt disita berupa 1 (satu) unit handphone merek REAL ME type GT warna abu-abu beserta nomor simcardnya, 1 (satu) unit MacBook Pro, 1 (satu) unit sepeda motor merek YAMAHA MIO warna MERAH dengan Nomor Polisi B 6106 VDR, 1 (satu) unit handphone REAL ME type 9A warna Biru dengan nomor simcardnya, 1 (satu) buah helm ojek online warna Hijau, 2 (dua) buah topi warna hijau yang digunakan pada saat COD dengan pengirim barang, 1 (satu) buah jaket warna biru, 24 (dua puluh empat) topeng wajah untuk verifikasi wajah pada saat login akun Driver Gojek.

Atas kasus tersebut, tersangka dikenakan Pasal 28 ayat (1), “Setiap Orang yang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan berita bohong dan menyesatkan yang mengakibatkan kerugian konsumen dalam Transaksi Elektronik sebagaimana dimaksud dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau denda paling banyak Rp. 1.000.000.000 (satu milyar rupaiah).”

Pasal 45, “Setiap orang yang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan berita bohong dan menyesatkan yang mengakibatkan kerugian konsumen dalam Transaksi Elektronik sebagaimana dimaksud dalam Pasal 28 ayat (1) dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau denda paling banyak Rp1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah).”

Pasal 372 KUHP, “Barang siapa dengan sengaja dan melawan hukum mengaku sebagai milik sendiri barang sesuatu yang seluruhnya atau sebagian adalah kepunyaan orang lain, tetapi yang ada dalam kekuasaannya bukan karena kejahatan, diancam, karena penggelapan, dengan pidana paling lama empat tahun atau pidana denda paling banyak enam puluh rupiah.” (EO1)

Baca Juga

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!
ExposUpdate