Penjaga Keselarasan, Pembatas Keadilan dan Pembongkar Kezaliman

PENGUNGKAPAN KASUS PEMBUNUHAN PEMUDA TUNAWICARA DI JAKPUS

Senin, 13 Desember 2021
foto: Konferensi Pers Kabid Humas Polda Metro Jaya terkait pengungkapan kasus pembunuhan berencana disertai pencurian di Jakarta Pusat

JAKARTA, Exposeupdate.com – Senin, (13/12/2021). Ditreskrimum Polda Metro Jaya melakukan penyelidikan atas kasus pembunuhan terhadap seorang pemuda tunawicara, bernama YOSSIE MAESA ALMASINO (31), akhirnya terungkap. Hal ini sempat menghebohkan warga sekitar kediaman korban, di Jalan Krida Raya No. 41 Rt. 10/01 Kelurahan Serdang Kecamatan Kemayoran Jakarta Pusat, pada Kamis (9/12/2021) pagi.

Sumber video: Kabid Humas Polda Metro Jaya

Dalam Konferensi Pers di lobi Ditrekrimum Polda Metro Jaya, dipimpin langsung oleh Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol. E. ZULPAN, S.I.K., M.Si. dan didampingin Dir Reskrimum Kombes Pol. TUBAGUS ADE HIDAYAT S.I.K., M.Sos beserta Panit V Ditreskrimum AKP DIMITRI MAHRNDRA S.I.K., MSi.

Setelah olah TKP dilakukan Subdit Tahbang/Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya, didapat petunjuk untuk mengungkap kasus pembunuhan berencana yang disertai dengan pencurian tersebut oleh seorang tersangka bernama ADJI SUBHI. Penangkapan tersangka di Apartment Gateway di Bandung, pada Jum’at (10/12/2021), sehari berselang korban dibunuh.

“Pada hari Jumat tanggal 30 November 2021, tersangka berkenalan dengan korban melalui via aplikasi michat. Tersangka menggunakan akun michat dengan nama “DIKA”, sedangkan korban mengunakan 2
akun michat dengan nama “YESSI BUKAN WANITA”. Selanjutnya tersangka janjian bertemu di rumah korban, hal tersebut berdasarkan history grab di handphone tersangka yang menuju ke rumah korban.” terang Kabid Humas.

Setelah keduanya saling kenal, tersangka selalu menginap pada malam hari di rumah korban. Lalu siang harinya keluar main, kemudian malam harinya kembali lagi ke rumah korban. Selama tersangka menginap di rumah korban, keduanya telah beberapa kali sempat berhubungan badan.

Menurut keterangan tersangka, pada hari Rabu (08/12/2021) sekitar pukul 20.00 WIB, tersangka kembali ke rumah korban. Mengetahui bahwa kedua orang tua korban sedang pergi ke RS dikarena ayah dari korban sedang sakit, maka munculah niat tersangka untuk menguasai barang barang milik korban. Sekitar pukul 23.00 WIB tersangka membeli rokok di samping rumah korban.

Pada hari Kamis (09/12/2021) sekitar pukul 02.00 WIB, tepatnya di hari terjadian pembunuhan. Tersangka secara diam-diam ke dapur untuk mengambil pisau dan disembunyikan di bawah lemari. Lalu sekitar pukul 03.00 WIB saat tersangka dan korban sedang melakukan hubungan seksual selama 30 menit. Saat kondisi korban dan tersangka dalam keadaan telanjang, korban yang saat itu sedang berbaring, tiba-tiba tersangka langsung mengambil pisau yang berada dibawah lemari dan langsung menusuk korban pada bagian leher dan perut sebanyak 11 kali tusukan.

Setelah melakukan penusukan, tersangka langsung membersihkan badan dan tersangka sempat memakai pakaian milik korban. Motor dan barang-barang milik korban diambil oleh tersangka, sedangkan pakaian tersangka yang dipakai saat datang kerumah korban ditinggal dikamar korban.

Dari olah TKP dan pengungkapan kasus pembunuhan berencana disertai pencurian, Subdit Tahbang/Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya berhasil menyita barang bukti berupa 1 (satu) bilah pisau gagang hitam, 1 (Satu) unit Honda Beat, nomor registrasi B-3166-PGS, warna Putih, tahun 2018, Uang tunai hasil penjualan HP Korban, 1 (satu) bilah pisau warna silver bergagang hitam, 1 (satu) unit hp merk oppo a37f warna silver, 1 (satu) buah power bank warna hitam, 1 (satu) helai kemeja motif kotak warna hitam putih, 1 (satu) helai jaket someone.co warna hitam, 1 (satu) helai jeans volcom warna hitam, 1 (satu) pasang sepatu adidas warna biru, 3 (tiga) buah jam tangan berbagai jenis, 8 (delapan) buah cincin berbagai warna, 1 (satu) buah gelang warna emas, 1 (satu) buah kalung warna silver, uang tunai logam sebesar Rp. 57.200, 1 (satu) lembar stnk motor beat warna putih nopol B 3166 PGS, 1 (satu) bilah pisau silver bergagang hitam, 1 (satu) helai kaos warna merah dan 1 (satu) helai celana jeans warna hitam.

Motif tersangka yang ingin menguasai barang milik korban, pada akhirnya membuat tersangka dikenakan Pasal 340 KUHP, dengan Pidana mati atau pidana penjara seumur hidup atau selama waktu tertentu, paling lama 20 (dua puluh) tahun, Subsider Pasal 338 KUHP, dengan pidana penjara paling lama 15 (lima belas) tahun dan atau Pasal 365 KUHP, dengan pidana penjara paling lama 15 (lima belas) tuhun.

Sumber: Kabid Humas Polda Metro Jaya. (EO1)

Baca Juga

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Logo ATM - GIF 02-Small
Opening 2022 GIF

Perkembangan Virus Corona

Baca Juga

Berita Terpopuler

error: Content is protected !!
ExposUpdate