Penjaga Keselarasan, Pembatas Keadilan dan Pembongkar Kezaliman

Anleg PBB Morowali, Gerindra Provinsi, Tokoh Pemuda Dan Aktivis Buruh, Bahas Potensi Wisata

Kamis, 10 Februari 2022
foto: Anleg PBB Morowali, Gerindra Provinsi, Tokoh Pemuda Dan Aktivis Buruh, Bahas Potensi Wisata

MOROWALI, Exposeupdate.com – Kamis (10/02/2022). Kabupaten Morowali saat ini sudah tak asing lagi di telinga masyarakat Indonesia. Kekayaan alam yang dimiliki Kabupaten ini membuat para investor dalam negeri maupun luar negeri melihat kabupaten ini bak sebuah surga dolar.

Setiap tahunnya, para pencari kerja berbondong-bondong masuk ke Morowali untuk mengadu nasib. Tak heran jika Kabupaten ini menjadi salah satu daerah strategis nasional yang menjadi penonggak perekonomian Bangsa Indonesia.

Kekayaan alam yang di miliki Kabupaten Morowali ternyata bukan hanya di sektor pertambangan. Sektor pertanian, perikanan dan pariwisata juga menjadi sektor unggulan daerah ini.

Bertempat di Cafe Celebes Desa Bente Kecamatan Bungku Tengah, pada Kamis Malam 10 Februari 2022, tampak terlihat obrolan santai oleh beberapa dedengkot Morowali. Yang hadir saat itu ada Ambbo Dalle selaku anggota DPRD Provinsi Sulawesi Tengah, Puspa Bayu Nugraha dan Muhammad Rusyaid anggota DPRD Morowali, Erwin Kudrat Kepala Desa Bente, Erwin Kudeat, Asfar dari Serikat Buruh, Rustam tokoh Pemuda Kepulauan, dan Ifan Bente dari Penggiat Wisata Morowali.

Malam ini hujan cukup deras, Ambo Dalle mengawali diskusi dengan mempersilahkan menikmati kopi hangat untuk meredam cuaca dingin. Ia pun bertanya tentang perkembangan wisata Sombori kepada Ifan Bente yang selama ini dikenal aktif mempromosikan kawasan wisata Morowali. Saat ini, kawasan wisata Sombori sudah masuk dalam list 10 besar destinasi wisata Indonesia yang paling ramai dikunjungi.

Namun sangat disayangkan, Morowali hanya mendapatkan nama, sedangkan transaksi ekonomi wisatawan di angka kisaran 1,2 Miliar per bulan malah kabupaten tetangga, walaupun kawasan kita yang dikunjungi adalah milik Morowali. Hal ini diungkapkan oleh penggiat wisata Morowali, Ifan Bente.

“Seperti kita ketahui bersama, Morowali memiliki banyak kawasan wisata yang layak untuk dipromosi. Hamparan pulau-pulau, pasir panjang daerah pesisir dan puncak bukit yang indah masih banyak yang terpublikasi ke masyarakat luar Morowali, Dinas terlalu terfokus dengan promosi satu destinasi, harusnya ada strategi dan konsep yang matang dalam mengelola wisata Morowali” kata Ifan Bente.

Atas penjelasan itu, Ambo Dalle langsung menanggapi dengan memberikan sebuah ide strategis untuk selanjutnya menjadi bahan pembahasan saat di DPRD Provinsi Sulawesi Tengah, “Kita fokus promosi kawasan pesisir dan Bungku Selatan untuk menjadikan gerbang wisata kepulauan, menyediakan informasi yang mudah diakses dan pembenahan beberapa infrastuktur pendukung” ungkapnya.

Sementara, sambil menyuguhi kopi hangat, Puspa Bayu Nugraha, Anggota DPRD Morowali dari Partai Bulan Bintang (PBB), juga dengan cepat langsung menanggapi memberikan gagasan, “Kawasan kepulauan kita adalah penghasil ikan bisa mendongkrak sektor pariwisata, dalam artian, Pariwisata dan Perikanan harus saling berkoordinasi, keanekaragaman dan hasil laut kita melimpah, bisa jadi jualan agar wisatawan tertarik masuk jalur Morowali yang nantinya nelayan kita tak perlu lagi menjual keluar sehingga bisa mendapatkan keuntungan langsung dengan harga yang bagus pastinya” paparnya.

Malam semakin larut, cuaca semakin dingin dan kopi mulai menipis, giliran Asfar dari Serikat Buruh yang namanya tak asing lagi di telinga buruh Morowali juga turut angkat bicara, “Buruh kita di Morowali saat ini puluhan ribu, mereka kalau cuti atau saat off kerja, sangat butuh hiburan dan liburan, kita ini sudah punya market object, jadi tinggal daerah kita memaksimalkan sektor perikanan dan pariwisata kita” ungkap pengusaha muda Morowali itu.

Karena malam sudah beranjak pagi dan gelas-gelas di atas meja sudah mengering, diskusi berakhir dengan masing-masing menjadikan hasil diskusi sebagai catatan kecil untuk perubahan Morowali ke arah yang lebih baik. Diskusi ini ditutup oleh Rustam sebagai tokoh pemuda kawasan kepulauan dengan harapan saat ini dan hari esok agar semua harus saling berkoordinasi membangun kerjasama yang baik agar bisa mewujudkan visi misi Pemerintah Daerah Sejahtera bersama,  “Salam satu tujuan bersama membangun Morowali” tandasnya. (Bambang SM)

Baca Juga

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!
ExposUpdate