Penjaga Keselarasan, Pembatas Keadilan dan Pembongkar Kezaliman

Hadiri Pertemuan Diaspora Minang dan Bundo Kanduang Minang Sedunia, Ini Kata Wamenaker RI

Selasa, 5 Desember 2023
foto: Wamenaker RI, Afriansyah Noor

PADANG, Exposeupdate.com Selasa, (05/12/2023). Wamenaker RI Afriansyah Noor menghadiri acara Pertemuan Diaspora Minang dan Bundo Kanduang Minang Sedunia, Selasa (05/12).

Diketahui ratusan orang perantau Minangkabau dari 20 negara di Asia, Eropa, Amerika, dan Australia pulang ke kampung untuk membahas sejumlah isu strategis, termasuk mengenai pendidikan, pariwisata, adat, budaya, investasi, dan ketenagakerjaan.

Sumatera Barat memiliki banyak potensi menjanjikan, seperti di bidang pariwisata yang dapat dikembangkan dan dikelola untuk menjadi daerah wisata bertaraf dunia.

Terdapat peluang berinvestasi seperti pembangunan cable car, geopark, kota warisan, dan kawasan wisata khusus. Selain itu, kami memiliki PLTA, geothermal, dan biogas dalam sektor energi hijau dan terbarukan, kata Gubernur.

Dalam sambutannya, Wamenaker RI mengatakan bahwa Puncak Bonus Demografi pada tahun 2020 sampai dengan tahun 2035 merupakan salah satu alasan Indonesia siap menuju “Indonesia Emas 2045”. Suatu periode dimana jumlah penduduk usia produktif jauh lebih besar dibandingkan jumlah penduduk usia non-produktif.

Bonus demografi adalah jembatan emas yang disediakan Allah SWT untuk bisa menjadikan Indonesia sebagai negara maju, yang sangat berpengaruh baik di Kawasan regional maupun global. Namun tentu saja dengan catatan, penduduk usia produktif harus memiliki skill dan kompetensi untuk memenangkan persaingan global.

foto: Wamenaker RI menghadiri acara Pertemuan Diaspora Minang dan Bundo Kanduang Minang Sedunia

Penetapan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 68 Tahun 2022 tentang Revitalisasi Pendidikan Vokasi dan Pelatihan Vokasi untuk mewujudkan Sumber Daya Manusia (SDM) Unggul Menuju Indonesia Emas 2045 akan menjadi payung hukum revitalisasi pendidikan vokasi dan pelatihan vokasi untuk meningkatkan akses, mutu, dan relevansi penyelenggaraan pendidikan vokasi dan pelatihan vokasi sesuai dengan kebutuhan pasar kerja.

Dari perspektif ketenagakerjaan, penguatan pelatihan vokasi akan mendapatkan perhatian sebagai implementasi orientasi demand-driven dalam rangka merespon dan memenuhi angkatan kerja di berbagai sektor industri maupun jasa serta pasar kerja global yang akan semakin kompetitif.

“Sangat diperlukan akselerasi sinergitas program pengembangan pelatihan vokasi dengan perluasan kesempatan kerja guna mewujudkan Indonesia Emas 2045,” ujar Wamenaker RI Afriansyah Noor.

“Akselerasi transformasi pelatihan vokasi dilakukan untuk mempercepat pembangunan SDM dalam jangka panjang secara gradual dan bersamaan dalam upaya meningkatkan akses, mutu, dan relevansi penyelenggaraan pendidikan vokasi dan pelatihan vokasi sesuai dengan kebutuhan pasar kerja,” sambungnya. (E01)

 

Baca Juga

Berita Terkait

error: Content is protected !!
ExposUpdate