Kebohongan Unifah Rosyidi

Minggu, 18 Juni 2023
foto: Dr. Dudung Nurullah Koswara, M.Pd.

JAKARTA, Exposeupdate.com Minggu, (18/06/2023). Oleh Dr. Dudung Nurullah Koswara, M.Pd. (Dewan Pembina PGRI Kota Sukabumi).

Dalam ajaran Agama satu hal paling dilarang adalah kebohongan. Khianat dan kebohongan adalah kejahatan yang menjauh dari nilai-nilai Agama.

Dengan berat hati perlu saya sampaikan dalam tubuh PB PGRI ada kebohongan yang dilakukan Sang Pemimpin bernama Unifah Rosyidi.

Tulisan ini akan menjadi pelajaran dan kajian bagi kita semua terutama anggota dan pengurus PGRI di semua jenjang, tentang Sang Pemimpin, Unifah Rosyidi.

Kebohongan berikut, yang ia telah lakukan semoga menjadi sejarah yang bisa kita maknai bersama.

Di antara kebohongan Unifah Rosyidi adalah dulu menjanjikan jabatan Sekjen PB PGRI pada seorang Ketua PGRI Kota Sukabumi. Namun, beberapa waktu sebelum Kongres ia membohongi Sang Ketua PGRI Kota Sukabumi.

Ia berbohong dan berkhianat pada Ketua PGRI Kota Sukabumi di “detik detik” menuju Kongres Ia membohongi Calon Sekjen PB PGRI.

Selanjutnya, Ia berbohong terkait bela Guru. Seorang Guru aktif, Guru SMAN asal Kota Sukabumi Ia pecat dari BPLP PB PGRI tanpa komunikasi dan peringatan lisan dan tertulis. Teriak bela Guru, faktanya dalam tubuh PB PGRI seorang Guru Ia khianati.

Terakhir, Ia sering menyatakan “rela meninggalkan jabatan” demi PGRI. Padahal faktanya Ia gagal meraih karir menjadi Dirjen GTK karena tak lulus.

Entah sejumlah kebohongan apalagi yang kita tidak tahu tentang Unifah Rosyidi. Mosi tidak percaya dari para ketua PGRI Provinsi esensinya adalah menjelaskan “tidak percaya”.

Mosi Tidak Percaya esensinya adalah “tidak percaya”, tidak percayanya sejumlah pengurus PGRI daerah pada Unifah Rosidi. Ini fakta sejarah dimana jejak digitalnya akan “abadi”.

Unifah Rosyidi satu-satunya Ketua PB PGRI yang mendapat Mosi Tidak Percaya dari para pengurus PGRI daerah. Jejak sejarah hitam ini akan menempel abadi.

Adanya Tim 9, yang muncul dari tubuh PB PGRI sendiri menjelaskan, ada masalah dalam kepemimpinan Unifah Rosyidi di daerah dan internal PB PGRI sendiri.

Para tokoh di Tim 9 banyak yang luar biasa pengalaman karirnya. Mereka orang-orang terbaik dan teruji karirnya. Bahkan ada yang jauh lebih tinggi pengalaman jabatannya dibanding Unifah Rosyidi.

Tulisan ini terasa provokatif, namun menjelaskan sisi sejarah ke PGRI an. Saya Dr. Dudung Nurullah Koswara, M.Pd. mengajak:

Pertama selamatkan PGRI, selamatkan Guru. PGRI dan Guru jangan jadi korban. PGRI didirikan untuk Guru, bukan Guru dieksploitasi untuk kepentingan sosok/aktor di PGRI.

Kedua, Unifah Rosyidi semoga dapat hidayah dan ikhlas mundur demi menghentikan konflik yang akan terus menggelinding. Jangan korbankan rumah Guru demi egoisme para tokoh.

Ketiga, Dewan Pembina, Pemerintah, jangan diam dan tidur. Selamatkan PGRI, bukan selamatkan seseorang.

Demikian uraian ini saya haturkan, semoga tidak ada fitnah di antara kita, kecuali saling mengingatkan. Allah ridha pada kebenaran bukan pada kebohongan.

Kebenaran akan menemukan jalannya, waktunya. Kebohongan akan menemukan sialnya, kutuknya.

Suatu saat kita akan tiada. Namun jejak digital, amalan kita pada publik, karya dan tulisan kita, abadi.

Saya guru SMAN. Lahir dari rahim Guru SD. Hidup keseharian di ranting PGRI bersama Guru. Setiap malam tidur bersama Guru SMPN. HIDUP GURU !

(E01)

Baca Juga

Berita Terkait

ExposUpdate