Penjaga Keselarasan, Pembatas Keadilan dan Pembongkar Kezaliman

Kerbau Rawa (Bubalus Bubalis) Yang Ada Di Kab. Hulu Sungai Utara, Kalimantan Selatan Tidak Tersentuh Virus Penyakit Mulut dan Kuku.

Senin, 18 Juli 2022
foto: Ka. Balai Veteriner Banjarbaru, Drh. Putut Eko Wibowo (kiri) menyerahkan bantuan obat cacing untuk Kerbau rawa kepada Kabid. Peternakan Dinas Pertanian, Kab. Hulu Sungai Utara, Drh. Putu (kanan).

BANJARBARU, Exposeupdate.com – Senin, (18/07/2022). Kabupaten Hulu Sungai Utara yang terletak di Kalimantan Selatan, berjarak kurang lebih 200 kilometer dari Kota Banjarmasin dapat ditempuh dengan perjalanan darat dalam waktu 5 jam.

foto: Kerbau rawa yang ada di Danau Panggang, Kab. Hulu Sungai Utara, saat turun dari kandang.

Kabupaten Hulu Sungai Utara dengan Ibukota Amuntai, habitat dari kerbau rawa ini dapat dijumpai di Danau Panggang, kurang lebih 23 kilometer dari Ibukota Amuntai atau 1 jam perjalanan dari Amuntai.

Populasi kerbau rawa di Kabupaten Hulu Sungai Utara cukup besar, menurut Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian Kabupaten Hulu Sungai Utara, Drh. Putu, terdapat 9000 ekor kerbau rawa yang terdapat di seluruh desa di Kecamatan Paminggir dari 9 kalang (kandang di atas rawa) diantaranya di Danau Panggang.

Merebaknya Penyakit Mulut dan Kuku yang akhir-akhir ini melanda hampir sebagian besar wilayah di Indonesia, kerbau rawa nyaris tak tersentuh virus tersebut.

Menurut Kepala Balai Veteriner Banjarbaru, Drh. Putut Eko Wibowo, hal ini karena keberadaan kerbau rawa tersebut terisolir, sehingga kerbau rawa tersebut aman dari Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) tersebut.

foto: Drh. Harwanto, saat mendampingi media melihat lebih dekat habitat kerbau rawa.

Pada kesempatan peninjauan di lapangan, penjelasan yang penulis dapatkan dari Drh. Harwanto dari Balai Veteriner Banjarbaru, kerbau rawa tersebut hanya rawan terhadap cacing yang terkandung dalam pakan yang terdapat pada rawa tersebut, hal ini dimungkinkan karena pola yang tidak diubah oleh pemilik kerbau tersebut.

Menurut Drh. Harwanto, pemilik kerbau menggiring kerbau turun ke rawa saat pagi hari antara jam 7 sampai jam 8, dimana cacing masih menempel pada makanan/rumput yang ada pada rawa tersebut. Namun bila pada siang, antara jam 11 sampai jam 12 siang cacing tersebut akan turun ke dasar rawa, sehingga tidak memungkinkan turut dalam makanan tesebut.

Kerbau Rawa ini adalah bagian dari kekayaan hayati Indonesia pada umumnya dan khususnya di Kalimantan Selatan, hal ini juga merupakan potensi wisata yang dapat dijual ke turis baik lokal maupun manca negara. Tinggal bagaimana Pemerintah setempat mengelola hal ini untuk dapat dijadikan sebagai sebuah destinasi wisata yang tentu dapat menambah PAD Kabupaten Hulu Sungai Utara. (Ancha)

Baca Juga

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!
ExposUpdate