KPU Kabupaten Bekasi Pilih Kasih, Warga Sekitar Tidak Dilibatkan Dalam Pelipatan Surat Suara Pemilu

Sabtu, 20 Januari 2024
foto: Pelipatan surat suara Pemilu

BEKASI, Exposeupdate.com Sabtu, (20/01/2024). Puluhan warga Desa Karangsambung, Kecamatan Kedungwaringin protes, mereka mengklaim Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bekasi tak berpihak kepada warga sekitar dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Sebelumnya, aksi unjuk rasa puluhan warga di depan gedung KPUD Kabupaten Bekasi, yang berlokasi di Jalan Raya Rengas Bandung No. 103, Desa Karangsambung, pada Kamis malam (18/01/2024) itu butut dari kekesalan warga yang tidak dilibatkan dalam pelipatan surat suara pemilu.

Mereka kecewa, tahun Politik 2024 ini, perhelatan pesta demokrasi lima tahunan itu warga tidak diikutsertakan dan diberdayakan pada pelipatan surat suara pemilu. Tak ada tumpuan untuk mereka mengadu kepada siapa agar mereka mendapatkan pekerjaan layak.

Salah satu protes diutarakan Rama, warga sekitar, ia mengatakan, di tengah himpitan ekonomi serba sulit, bahan sembako yang kian melejit, dirinya dan puluhan warga sekitar hanya mengandalkan pekerjaan serabutan untuk menyambung kebutuhan sehari-hari.

Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Bekasi seakan tutup mata melihat fenomena ini, pemerintah tak berkutik melihat KPU Kabupaten Bekasi seolah tembang pilih (pilih kasih) dalam merekrut tenaga pelipatan surat suara, cenderung warga luar daerah Kedungwaringin itu sendiri yang dipekerjakan.

Di wilayah Kabupaten/Kota baik di Jawa Barat, umumnya di Indonesia, warga di lingkungan sekitar gedung KPU lah yang diutamakan terlebih dahulu dalam pelipatan surat suara pemilu.

“Miris memang, saya ingin kerja Kang, ngelipet surat suara, semalam warga protes ada sekitar 120 orang,” kata Rama dengan raut muka melas seakan menggambarkan kecewanya saat ditemui wartawan, Jum’at siang (19/01/2024).

Ia menyebut, dari hasil unjuk rasa semalam, kata Rama, sekitar 120 orang hanya seperempat yang diakomodir (dipekerjakan). Sebelum melakukan aksi, KPU Kabupaten Bekasi merekrut tenaga kerja dari luar daerah Kecamatan Kedungwaringin, ada sekitar ratusan, artinya warga lokal hanya berapa persen saja yang dilibatkan.

“Semalam saya sudah dimintain data KTP, sampai sekarang ditunggu tunggu kaga ada nama saya, cuman di data doang ya. Belum kerja, kalau yang lain sudah sebagian,” cetus Rama.

Dijelaskan dia, pihaknya diminta untuk bersabar dan menunggu keputusan dari pimpinan KPU Kabupaten Bekasi, entah harus menunggu berapa lama dirinya tidak menjelaskan secara pasti.

“Katanya suruh nunggu, sampai kapan kita kan buat ngurusin anak,” ujarnya.

Sementara itu, saat disambangi awak media, Ketua KPU Kabupaten Bekasi, Ali Rido tidak berada di kantor. Pihaknya mengkonfirmasi melalui aplikasi perpesanan tengah melakukan rapat di luar Kota.

Ali menjelaskan, terkait rekrutmen petugas surat suara yang dilakukan di aula kantor KPU dan di gudang KPU Kabupaten Bekasi, menurut dia sudah sesuai instruksi Sekretaris KPU RI. Pertanggal 20 Januari 2024, KPU baik di Kabupaten/Kota harus sudah selesai pelipatan.

“Keterkaitan tentang batas petugas lipat suara yakni tahap pertama kurang lebih 1000 orang dan tahap 2 berjumlah 800 orang yang terbagi kepada 400 orang di gedung aula KPU Kabupaten Bekasi dan 400 orang yang bertugas di gedung KPU,” ujar Ali.

Dirinya mengakui adanya kesalah pahaman atau miss komunikasi di lapangan terkait rekrutmen petugas sorlip oleh warga sekitar yang sebagian belum tercatat ke dalam petugas sorlip.

“Hal tersebut kami lakukan langkah pendekatan persuasif antara warga sekitar, Pak Kepala Desa, Kapolsek Kedungwaringin dan pihak KPU Kabupaten Bekasi, sehingga kesalahpahaman yang terjadi dapat terlerai dengan baik,” bebernya.

“Dari hal tersebut, esok hari kami akan melanjutkan pelipatan surat suara kembali sesuai dengan target yang kami canangkan,” tulisnya.

Atas peristiwa itu, pihaknya dan seluruh Staf meminta maaf kepada masyarakat jika dalam perekrutan terjadi ketidaknyamanan bagi masyarakat. Kendati itu, ia tak merinci jumlah biaya atau gaji tenaga petugas sorlip tersebut.

“Untuk semua pihak, kami atas nama KPU Kabupaten Bekasi dan seluruh Staf Sekretariat mohon maaf jika dalam perekrutan terjadi ketidaknyamanan bagi masyarakat sekitar. Namun tetap upaya kami untuk terus memberikan pelayanan bagi warga sekitar agar bisa dirasakan dengan baik,” tandasnya. (Darto)

Baca Juga

Berita Terkait

ExposUpdate