Penjaga Keselarasan, Pembatas Keadilan dan Pembongkar Kezaliman

M. Holil Asyari: Korupsi Tidak Lahir Dari Kemiskinan Tapi Karena Sifat Tamak Dan Serakah

Sabtu, 27 Agustus 2022
Foto: M. Kholil Ashari memimpin doa

JEMBER, Exposeupdate.com – Sabtu, (27 /8/2022). Pemberian santunan terhadap puluhan anak yatim yang digelar di Pendopo Desa Mayangan Kecamatan Gumukmas Kabupaten Jember menjadi momen instropeksi dalam mengasah kepekaan sosial dan empati terhadap sesama, khususnya terhadap para yatim dan piatu.

Foto: H. Sunoto, Kades Mayangan saat menyantuni anak yatim

Kepekaan sosial, dapat melahirkan rasa syukur dan rasa ikhlas dalam membantu masyarakat yang kurang beruntung dari sisi kemampuan ekonomi.

“Sejatinya dalam harta dan rizki yang kita peroleh sebagian terdapat haknya fakir miskin dan yatim piatu,” tandas M. Holil Asyari dari anggota Komisi A DPRD Jember yang turut hadir di acara pemberian santunan itu.

Acara tersebut merupakan rangkaian acara penutup peringatan HUT Kemerdekaan RI ke 76, yang bertepatan dengan bulan Muharram dan tahun baru Hijriyah.

Selain beberapa acara yang sudah berlangsung sejak awal Agustus, panitia peringatan HUT RI dan resik desa melakukan pemberian santunan terhadap anak yatim.

Dalam kesempatan itu, panitia mengundang 40 anak yatim yang berasal dari 3 dusun di desa Jember selatan itu.

“Sebelumnya kami bersama masyarakat juga telah memberikan santunan sebesar Rp. 5 juta per anak. Dana tersebut berasal dari swadaya masyarakat. Dan pada akhir acara ini, kami dan panitia desa memberikan Rp. 270 ribu kepada 40 anak yatim,” papar H. Sunoto, Kepala Desa Mayangan.

M. Holil Asyari dalam tausyiahnya, merasa bersyukur masih ada masyarakat yang peduli pada anak yatim.

“Sampainya bantuan atau pemberian santunan kepada anak yatim ini, semoga dapat membantu meringankan beban hidup sehari-hari,” ungkap Holil Asyari politisi dari Partai Golkar itu.

Dia berharap pemerintahan desa yang menyelenggarakan acara pemberian santunan kepada anak yatim, mendapatkan hidayah dan menjadikan desanya subur dan makmur terbebas dari praktek korupsi.

“Korupsi itu tidak terlahir dari kemiskinan, akan tetapi karena sifat tamak dan serakah. Untuk itu dengan pemberian santunan kepada anak yatim ini dapat menjadikan kita menjadi orang yang pandai mensyukuri nikmat. Dan tidak serakah,” papar Holil.

Kemudian lanjut Holil, praktek korupsi merupakan perampasan hak orang lain yang dapat merusak tatanan perekonomian. Sebaliknya jika kita tidak peduli terhadap kaum duafak dan anak yatim, maka termasuk orang yang mendzolimi diri sendiri. (sul)

Baca Juga

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!
ExposUpdate