Penjaga Keselarasan, Pembatas Keadilan dan Pembongkar Kezaliman

Bencana Alam Banjir, Mengakibatkan Jembatan Putus, Masyarakat Berharap Segera Ada Perbaikan

Kamis, 27 Mei 2021

foto : Jembatan Darurat, Nono Taryono (Ketua RT Blok F Perumahan Pamoyanan Ds. Sakur Jaya,

Kec. Cibuluh, Kab. Sumedang Jawa Barat) – by Desza

SUMEDANG, Exposeupdate.com – Rabu, (26/5/2021). Selamat hari raya Waizak 2565 bagi yang merayakan, di Kabupaten Sumedang warga yang berdampak korban bencana alam sebagian ditempatkan dan ditampung di Perumahan Pamoyanan, Desa Sakur Jaya, Kec. Cibuluh, Kab. Sumedang, Jawa Barat, ibaratkan sudah jatuh tertimpa tangga dengan terputusnya jembatan penyeberangan dari tempat tinggal perumahan (26/5/2021).

Ibu Dewi Antari, salah satu Penghuni Perumahan Pamoyanan korban bencana alam longsor di Kab.Sumedang mengatakan pada Wartawati Expose Update, mengharapkan perhatian Pemerintah Kementerian Desa Tertinggal dan Pemerintah Kementerian Sosial Pusat di Jakarta serta Pemerintah Kabupaten Sumedang Jawa Barat untuk memperhatikan segera pembangunan jembatan yang terputus hancur sejak tanggal 18 januari 2021.

Saat ini sementara hanya menggunakan jembatan darurat hasil swadaya masyarakat perumahan pamoyanan Desa Sakur jaya Cibuluh Sumedang (26/5/2021). Selama terputusnya jembatan yang menghubungkan perumahan dengan jalan raya, ketempat kerja dan pasar pasar tradisional di Kab. Sumedang dan Kab. Majalengka. Sebagian Petani yang ingin memasarkan hasil pertanian sulit untuk memasarkan hasil pertaniannya. Kembali kata Ibu Dewi Antari, merasa terbatasi aktivitasnya untuk mencari nafkah dan rezeki untuk menghidupi keluarganya.

foto : Situasi di Jembatan Darurat, Ibu Dewi Antari

(Penghuni Perum Pamoyanan Sakur Jaya Cibuluh, Kab. Sumedang),

dan  Nono Taryono – by Desza

Ketua RT Blok F Perumahan Pamoyanan Desa Sakur jaya, Kecamatan Cibuluh, Kabupaten Sumedang Jawa Barat Nono Taryono (53th) mengatakan ”saat jembatan terputus masyarakat tidak dapat beraktivitas penuh keluar dari perumahan”. Kata Ketua RT ”kembali hanya sementara digunakan jembatan darurat yang tingkat keselamatan kurang baik, ada dugaan pungutan yang dilakukan oleh salah satu Ormas, setiap Warga Penghuni perumahan dimintai uang sebesar Rp.100rb-200rb/KK untuk pembangunan jembatan. Hidup serba kesulitan ditengah pandemi covid 19 masih saja dibebani pembiayaan pembangunan jembatan oleh oknum Ormas. Harapan kami segera dibangunkan jembatan untuk menghindari pungli dari oknum Ormas yang berkepanjangan. Alhamdulillah
saat ini sementara dibuat jembatan darurat yang segi keamanan untuk menyebrang tidak menjamin aman” tutupnya.(26/5/2021).

foto : Jembatannya Darurat sementara yang digunakan oleh Warga by Desza

Laporan Jurnalis Desza, Exposeupdate.com

Baca Juga

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ExposUpdate