Penjaga Keselarasan, Pembatas Keadilan dan Pembongkar Kezaliman

Hadroh Nurul Mustofa Iringi Ritual Aqiqoh

Sabtu, 18 September 2021
foto: Jamiyyah Nurul Mustofa

JEMBER, Exposeupdate.com – Sabtu, (18/9/2021). Setiap anak yang dilahirkan tergadaikan di sisi Allah. Sebagai tebusannya berupa aqiqoh berupa hewan kambing atau yang disebut hewan aqiqoh. “Jika anak tersebut jenis kelamin laki-laki maka hewan aqiqoh 2 (dua) ekor kambing dan jika perempuan hewan aqiqoh yang disembelih 1 (satu) ekor kambing,” tutur Kiyai Mujiono dalam acara tasyakuran aqiqoh bertempat di rumah Haji Muhammad Marsudi di desa Mundurejo Kecamatan Umbulsari.

foto: Zuraiyyah Adz Ghozali dan Zunaira Daneen Fatini

Tasyakuran aqiqoh atas nama Zeraiyah Adz Ghozali dan Zunaira Daneen Fatini, putri dari Zandy Famaido Pradana. Aqiqoh berasal dari suku kata Aqqo-yaququ-akiqoh. Setiap bayi yang lahir digadaikan pada Allah. Sebagai tebusannya yaitu aqiqoh. Dalam kitab Fathul Qorib disebutkan aqiqoh diutamakan usia anak saat berumur 7 (tujuh) hari. Namun Nabi diaqiqohi setelah berusia 40 tahun. Adapun kambing aqiqoh lebih utama disembelih bersamaan dengan terbitnya matahari.

Dalam kitab kitab Bu’yadun Murtasidin disebutkan “Surga tempatnya orang yang murah hati dan suka bersodaqoh. Aqiqoh adalah bagian dari sodaqoh yang diutamakan,” lanjut ustadz Mujiono.

Tulang belulang dan sumsum kambing aqiqoh sebagai tolak balak.  Anak yang diaqiqohi membuat wajahnya menjadi ceria. Selain itu sodaqoh sebagai tolak balak dan dapat dijauhkan dari musibah.

“Dengan aqiqoh atas dua putri dari saudara Zandy akan menjadikan kedua putrinya menjadi anak yang sholeha. Berbakti kepada kedua orang tuanya,” pungkas ustadz Mujiono. (sul)

Baca Juga

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!
ExposUpdate