Kesenian Jaran Kencak, Memeriahkan Warga Panti, Kabupaten Jember - Expose Update
Penjaga keselarasan Pembatas keadilan Pembongkar kezaliman

Kesenian Jaran Kencak, Memeriahkan Warga Panti, Kabupaten Jember

Selasa, 6 Juli 2021

foto: Pertunjukan kesenian tradisional jaran kencak warga Panti, Kabupaten Jember dalam acara resik desa, by Dyah

 JEMBER, Exposeupdate.com – Selasa, (6/7/2021). Salah satu kesenian tradisioanal sebagai budaya asli Indonesia tergambar pada Jaran Kencak. Kesenian tradisional khas Lumajang ini diangkat dari sebuah kisah  Ranggalawe dan kuda kesayangannya yang diberi nama Kuda Nila Ambhara.

Ditinjau dari segi bahasa, Jaran kencak merupakan gabungan dua suku kata yaitu Jaran yang artinya hewan kuda, serta Kencak yang artinya menari, apabila digabung maka bermakna sebuah seni pertunjukan yang menonjolkan hewan (kuda) sebagai penari.

Dalam kurun waktu tahun 1955 sampai dengan tahun 1972, kesenian jaran kencak berkembang di wilayah Lumajang khususnya wilayah Yosowilangun, setelah kurun waktu itu kesenian ini mulai menyebar ke beberapa daerah sekitar Lumajang salah satunya Kabupaten Jember.

Sementara itu Drs. Sumarjono, M.Si, selaku salah satu dosen sejarah Universitas Jember menerangkan bahwa kesenian tradisional Jaran Kencak terus mengalami perkembangan. Perkembangan bisa dalam bentuk alat musik, busana yang dipakai, tarian pengiring, serta fungsi. Kecenderungan masyarakat dalam memilih kesenian modern, membuat para pelaku seni Jaran kencak menambah jenis – jenis alat musik pengiring, mengubah gaya kostum, serta mengembangkan fungsi pertunjukan jaran kencak menjadi sarana hiburan masyarakat.

Tidak hanya Lumajang, yang menetapkan Jaran Kencak sebagai festival tahunan karena telah ditetapkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sebagai warisan budaya Indonesia pada Oktober 2016 lalu, warga kota Jember juga antusias menampilkan kesenian jaran kencak dalam memeriahkan acara tertentu seperti resik desa di Panti, Kabupaten Jember.

Siti Maria, salah satu warga Panti, Kabupaten Jember membenarkan jika Jaran Kencak tetap eksis dan digemari masyarakat utamanya ketika ada hajatan dari warga atau pun saat resik desa.

“Sejak dahulu jaran kencak tetap ada dan digemari masyarakat, utamanya dalam hajatan warga seperti pernikahan, khitanan, resik desa, dan lainnya. Kalau sudah ada warga yang mendatangkan kesenian tradisional Jaran kencak, bisa dipastikan ramai penontonnya”, ujarnya.

Antusias warga Panti, Kabupaten Jember dalam menghadiri pertunjukan Jaran kencak ini menandakan bahwa masyarakat wilayah ini mempunyai rasa bangga terhadap kebudayaan sendiri. Masyarakat berkomitmen  untuk bersama – sama melestarikan budaya Indonesia yang nantinya bisa tetap dinikmati oleh masyarakat luas.

https://youtu.be/kHVcp6t6ksQ

Video : Channel Youtube Expose Update

Jurnalis : Dyah Ayu Safitri

Baca Juga

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

ExposUpdate