Penjaga Keselarasan, Pembatas Keadilan dan Pembongkar Kezaliman

Kurangi Beban Orang Tua Dimasa Pandemi Covid-19, TPQ Assullthon, Jember, Gelar Khitanan Massal

Jumat, 20 Agustus 2021
foto: H. Mashun, melakukan prosesi sunatan.

JEMBER, Exposeupdate.com – Jum’at (20/08/2021).  Momen Tahun Baru Islam atau tahun baru Hijriyah yang tahun ini merupakan tahun 1443 itu dimeriahkan dengan berbagai acara. Seperti yang dilaksanakan di Taman Pendidikan Qur’an (TPQ) Assulthon Desa Gumelar Kecamatan Balung-Jember, menggelar khitanan massal bagi anak dari kalangan yg kurang memiliki kemampuan secara ekonomi dan pemberian santunan kepada sejumlah anak yatim dan piatu.

foto: Anak-anak Peserta Sunat Massal
foto: Anak-anak peserta sunatan diarak dengan becak.

Tidak kurang dari 10 anak yang telah dilakukan Sunat (istilah orang jawa.red) alias khitan sebagai sarana untuk menyempurnakan kesehatan bagi anak yg dikhitan selain menjalankan tuntunan Nabi.
Bagi orang tua anak yang terhimpun dalam khitanan massal ini tidak dikenakan biasa sepeserpun. Semua kebutuhan mulai dari sarana prasarana kebutuhan media dicukupi oleh panitia. “Alhamdulillah untuk tim medis kami mendapat bantuan sukarela dari bapak Haji Mashun. Beliau memang berasal dari kalangan medis, mantri kesehatan yg memberikan fasilitas secara gratis” tutur pengasuh TPQ Assulthon yang juga alumni Pondok Pesantren Assunniyah Kencong itu.

Kehadiran tim medis di acara tersebut, sangat membantu panitia penyelenggara karena atas panggilan nuraninya hingga tidak memungut biaya apapun. Haji Mashun dengan dibantu sejumlah asisten memulai prosesi khitan itu dari jam 13.30 hingga menjelang sore. Dengan terampil dan modal kesabarannya maka 10 anak yang rata-rata masih kelas 1V sekolah dasar itu dapat diselesaikan tanpa insiden apapun. “InshaAllah anak-anak yang sudah selesai dikhitan tidak akan mengerang kesakitan, bahkan dari awal juga tidak akan merasakan kesakitan. Namun yang namanya anak-anak kadang sedikit merasa takut, “Tukas Haji Mashun yang juga Ketua Yayasan Universitas Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan ( STIKES ) Soebandi itu.

Masih menurut Mashun, Kegiatan melaksanakan khitanan secara gratis ini dilakukan dengan menyempatkan diri disela kesibukannya dalam mengelola STIKES Soebandi. Kalau memang yang hendak dikhitan itu berasal dari kalangan keluarga tidak mampu Ia akan selalu siap, namun harus mendaftar terlebih dahulu karena dia harus menyisihkan waktu di samping untuk melayani pasien yang lain.

Berdasarkan pantauan dari media ini, banyak kiprah yang dia curahkan dalam dunia kesehatan. Haji Mashun termasuk juga sebagai penggagas difungsikannya kembali Klinik Muta Parahita milik Yayasan Muslimat Nahdhotul Ulama Cabang Jember yang berada dibilangan jalan Imam Bonjol Jember itu.
Seperti diketahui klinik Muna Parahita itu sempat makrak selama puluhan tahun dan kini sudah bisa melayani masyarakat lagi.

Ditempat khitanan yang diiringi oleh Jamiyah Hadrah Aljiduri Almubarok Assuniyyah bimbingan Ustadz Ubaid, salah satu orang tua anak dari Nanda Rido yang ditemui media ini mengaku senang atas dikhitannya anak keduanya itu. “Alhamdulillah atas bantuan panitia penyelenggara khitanan massal anak saya selesai dikhitan dan dalam kondisi sehat dan riang gembira” timpal Mukhsin orang tua dari Ridho yang kesehariannya menjual krupuk dari tempat ketempat itu. (sul)

Baca Juga

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ExposUpdate