Penjaga Keselarasan, Pembatas Keadilan dan Pembongkar Kezaliman

Nabi Nuh As Adalah Orang Madura Asli !!!

Minggu, 13 Juni 2021

foto : Ilustrasi Kapal Nabi Nuh, Dream.co.id

JAKARTA, Exposeupdate.comMinggu, (13/6/2021). Cerita Nabi Nuh yang membuat bahtera/perahu pada saat banjir besar menimpa kaumnya yang tidak mau taat menyisakan suatu pertanyaan besar. Banjir yang pada akhirnya melenyapkan seluruh umat yang tidak ikut dalam kapal Nabi Nuh itu pada faktanya memunculkan kenyataan bahwa tidaklah mungkin daerah Timur Tengah yang tandus, menyediakan akses bagi Nabi Nuh membuat kapal yang tentunya dari kayu asal Timur Tengah. Melainkan, dari wilayah beriklim tropis. Maka darimana Nabi Nuh mendapat kayu untuk perahu itu, tidak lain adalah Nusantara. Senada dengan temuan ini, berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh K.H. Fahmi Basya yang seorang dosen ahli Matematika Islam di Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta, menguak fakta bahwa Nabi Nuh berasal dari Pulau Madura.

Selain daripada temuan bahwa Nabi Nuh berasal dari Pulau Madura, ahli matematika Islam yang juga pernah melakukan penelitian selama 35 tahun dan mengklaim bahwa Candi Borobudur adalah peninggalan Nabi Sulaiman ini mengungkap bahwa usia Nabi Nuh bukanlah 950 tahun, melainkan 1050 tahun berdasarkan ayat Al – Qur’an, dan diimbangi dengan pengetahuannya di bidang ilmu menghitung.

Berawal dari temuan terbaru K.H. Fahmi Basya perihal negeri basa, banjir basa, dan banjir nabi Nuh, terungkap fakta bahwa asal Nabi Nuh adalah Pulau Madura. Berikut kilas sejarah yang menguatkan fakta bahwa Nabi Nuh berasal dari Pulau Madura.

Pertama, di dalam surah Saba dikatakan, “dan sungguh ada untuk Saba’ ditempat tinggal mereka ayat. Dua hutan dari kanan dan kiri” Yaitu dua hutan, di kanan dan kiri. Maka dikatakan oleh ahli matemika ini perihal letak hutan kanan kiri itu. Kanan adalah (Nasional Park Ujung Kulon) sedangkan kiri adalah (Nasional Park Alas Purwo).

  foto: tangkap layar https://youtu.be/5_MoiyLFiqA

Di jawa, benar – benar diapit oleh dua hutan, satu alas purwo (yang artinya hutan purba), sudah sangat tua. Jika dilihat dari kisah Nabi Nuh  yang membuat kapal, Nabi nuh membuat kapal dan membawa hewan – hewan. Dikatakan daerah Trawas (yang ada di pulau Jawa) iklimnya sama dengan Turki, Kalau di Indonesia karena di apit oleh dua laut. Laut antara pulau madura dan pulau jawa, dan Laut Selatan Jawa. Apabila di Turki adalah laut hitam dan laut Kaspia.

foto: tangkap layar https://youtu.be/5_MoiyLFiqA

foto: tangkap layar https://youtu.be/5_MoiyLFiqA

Artinya pulau Madura itu sudah ada sebelum ada nabi Nuh . Diyakini, nabi Nuh berasal dari Madura dan umur 50 tahun baru merantau ke trawas.

Kedua, masih dikatakan oleh K.H. Fahmi Basya, bahwa alas purwo diartikan sebagai alas purba, berarti dialah alas yang paling tua.  Tengah-tengahnya pulau jawa, adalah gunung senduro. jadi kotanya adalah 12 km dari situ yaitu wonosobo. yang menjadi dasar adalah surah saba ayat 15. Jadi sah lah, bahwa pulau jawa adalah negeri saba dan wilayahnya adalah boyolali, sobokerto.

Ketiga, kemudian banjir saba itu adalah sebelum banjir Nuh. Dibuktikan bahwa, mengapa nabi nuh membawa hewan, apakah untuk menyelamatkan hewan – hewan ? ternyata tidak, dizaman Permian (satu rangkai dengan batuan kambrium/500 juta tahun yang silam), menurut ilmuan di zaman itu hewan darat dan laut sudah 95% punah. Artinya Allah tidak ada niat untuk menyelamatkan hewan – hewan itu. Jadi Nuh tidak mungkin menyelamatkan mereka. Ternyata mengapa Nabi Nuh membawa hewan? dikarenakan bumi itu kembar.

Anggapan bahwa Nabi Nuh berasal dari Madura, kiranya boleh dijadikan hipotesa yang memang hanya Allah lah yang tau. Berdasar beberapa peristiwa negeri saba yang juga dikatakan oleh Letkol Laut Salim yang menulis buku “Kodrat Maritim Nusantara” mengemukakan bahwa di Jawa Timur tepatnya di Trawas, ada Gunung Welirang dan penanggungan yang letaknya mirip dengan Bukit Judi Irarat. Karena Allah menciptakan bumi kembar/berganda. Senada dengan anggapan ini, Alm. Gus Dur pernah mengatakan bahwa Kapal nabi Nuh berasal dari Trawas.

Sedikit berbeda dengan anggapan Alm Gusdur, K.H. Fahmi Basya mengatakan, kapal nabi Nuh mendarat di bukit judi, yaitu pada daerah yang diapit oleh “dua gunung dan dua laut”, model yang seperti itu ada di Trawas. Laut antara madura dan jawa, dan laut jawa selatan. Dan dua gunung yaitu Gunung Welirang dan Penanggungan. sehingga jika demikian, Trawas bukan tempat kapal Nabi Nuh dibuat. Yang benar menurut K.H. Fahmi Basya pada saat zaman Nuh, Laut jawa sudah ada, Pulau Madura sudah ada. Sedangkan, cerita saba itu dibatasi perjalanan darat, Yaitu nusantara. Jadi banjir saba adalah proses pembentukan Nusantara. Sedangkan pada peristiwa banjir nabi nuh, laut jawa sudah ada. Jika begitu, peristiwa banjir saba adalah sebelum Nabi Nuh. Kemudian, mengapa pulau jawa terpisah dari pulau madura, karena Nabi Nuh itu “berasal dari pulau madura”. Nabi Nuh hidup 50 tahun di pulau Madura. Lalu merantau ke trawas, ini berdasar (kata kecuali) di Al-qur’an dimulai dari peristiwa Nuh, yang sehingga sesungguhnya usia nabi nuh bukan 950 melainkan 1050, karena 50 tahunnya di pulau madura, daerah asal Nabi Nuh. Kemudian merantau ke Trawas. Hidup selama 950 tahun di Trawas. Hal ini didasarkan pada surah Al – Ankabut:14, “sesungguhnya kami utus Nuh pada kaumnya, 1000 tahun syamsiah, kecuali 50 tahun qomariah”. ujar, K.H. Fahmi Basya dari sebuah kanal Youtube. (Ayu / Expose Update Team)

Baca Juga

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!
ExposUpdate