“SULAP” BEKAS STASIUN JADI KEDAI BERNILAI HISTORIS - Expose Update
Penjaga keselarasan Pembatas keadilan Pembongkar kezaliman

“SULAP” BEKAS STASIUN JADI KEDAI BERNILAI HISTORIS

Sabtu, 29 Mei 2021

foto : by Kedai Nyara

JEMBER, Exposeupdate.com – Minggu, (30/5/2021). Nuansa klasik bekas stasiun Sukowono pada ketinggian 344 meter diatas permukaan laut memberi sentuhan baru di cafe “Kedai Nyara”. Cafe ini beroperasi di bekas stasiun Sukowono yang berada di wilayah paling utara Kabupaten Jember. Selain konsep yang unik, interior cafe yang berada dalam di dalam bangunan Daop IX PT KAI ini menjadi daya tarik bagi penikmat kopi nusantara untuk bersantai.

Cafe “Kedai Nyara” dikembangkan oleh empat orang tim pengelola yaitu Agung, Dwi, Deni, dan Azis, untuk mengakomodir kebutuhan hiburan bernuansa unik untuk pemuda dan pemudi masa kini bahkan juga orang tua. Kafe ini dibuka setiap hari mulai pukul 16.00 WIB sampai dengan 02.00 dini hari. Agung sebagai salah satu owner “Kedai Nyara” mengatakan, untuk membangkitkan kembali suasana yang muram dan kusam wajah bekas stasiun sukowono, kami telah mendapat izin dari KAI untuk sewa tempat ini dan dijadikan kafe”. Cafe didalam bekas stasiun sukowono yang tak lagi aktif sejak tahun 2004. Ujar Agung pada penulis (29/5/2021).

https://youtu.be/bBPSOw1i2kE

Untuk diketahui, sejarah stasiun sukowono tak lepas dari ceritera sejarah di era kolonisasi Belanda bahwa terdapat perusahaan tembakau NV Landbouw Maatschappij Soekowono yang cukup terkenal .Sukowono yang merupakan salah satu daerah penghasil tembakau menjadi wilayah pusat ekonomi masyarakat kala itu. Para tenaga kerja baik orang Eropa ataupun Pribumi menggunakan mode transportasi kereta api melalui stasiun sukowono menuju Jember maupun menuju Pelabuhan Panarukan pulang pergi saat musim panen tembakau. Bekas stasiun itu kini telah menjadi eksotis dengan adanya Cafe “Kedai Nyara”.

Agung mengatakan space yang digunakan untuk kafe salah satunya terdapat pada ruangan bagian bekas penjualan loket tiket kereta api yang kini disulap bernuansa klasik membuat sensasi berbeda dari kafe lainnya. Menikmati kopi di dalam bekas stasiun non aktif sejak tahun 2004 yang menyisakan banyak cerita sejarah di dalamnya. Kursi bekas ruang tunggu kereta api kelas ekonomi tahun 1897 yang tidak berfungsi lagi kini digunakan untuk sandaran barista pembuat kopi.

foto : Figure 1

Di sisi luar kafe, terdapat hamparan kursi dari kayu yang menghadap ke sisi emplasemen stasiun dan persawahan penduduk. Bekas bantalan jalur rel kereta api yang dulunya terdiri dari 2 jalur tak lagi terlihat seiring berlalunya waktu. Tembok stasiun yang mengelupas dan tua justru menjadi spot foto yang instagramable. Belum lagi pada sore hari pengunjung dapat menikmati sun rise di tanah Sukowono. Semakin lengkap indahnya nuansa kafe “Kedai Nyara” dengan adanya lampu yang menerangi di bagian atap kafe.

foto : by Kedai Nyara suasana sunrise

Kehadiran kafe “Kedai Nyara” tersebut dianggap sebagai upaya meningkatkan jiwa wirausaha untuk anak muda yang kreatif. “Didirikan sejak bulan Maret 2021, awalnya bermula dari inisiasi empat orang yaitu saya sendiri dengan Dwi, Deni, dan Azis. Masih tidak ada, kafe yang didirikan diatas bekas stasiun untuk daerah Sukowono. Selain itu saya lihat wilayah sukowono potensial sekali untuk dikembangkan bisnis ini,” kata Agung. Dia menyebutkan harga jual menu yang tersedia di Kafe relatif terjangkau untuk masyarakat. Setiap dua minggu sekali disediakan live musik akustik yang tentunya dapat dinikmati pengunjung kafe,” pungkas Agung penuh semangat.

foto : by Dyah Ayu: Jurnalis dan owner ( kiri Dwi, kanan Agung)

Penulis menjumpai Andi, salah satu pengunjung “Kedai Nyara” mengatakan bahwa mengetahui lokasi kafe dari postingan instagram dan tertarik untuk mengunjungi kafe karena merasakan suasana yang berbeda dengan kafe lainnya dan harga yang terjangkau. Terlebih nuansa klasik bekas stasiun Sukowono menjadi daya tarik utama. Pelayanan di kafe juga cukup baik sehingga merasa nyaman. ” Harganya murah, konsepnya unik. Dahulu melewati bekas stasiun sukowono terkesan mistis dan menyeramkan, sekarang tidak lagi. Saya sering mengunjungi kafe ini untuk sekedar bersantai dan mengerjakan tugas kuliah sambil menikmati sajian di kafe ini”, Ujar Daffa pengunjung lain yang juga dijumpai penulis.

 foto : by Dyah Ayu: Pengunjung ( kiri Andi, kanan Daffa)

foto : by Dyah Ayu, nuansa klasik dokumentasi orang Belanda di stasiun Sukowono tahun -80 an

Sampai berita ini ditulis, terlihat muda mudi dan rombongan keluarga menikmati malam minggu menghabiskan waktu dengan bersantai, berfoto ria, menikmati malam di kafe “Kedai Nyara” bekas stasiun sukowono yang bernilai historis.

foto : by Dyah Ayu: Pengunjung kafe

Jurnalis Expose Update, Dyah Ayu Safitri

Baca Juga

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

ExposUpdate